Sarasehan Ekonomi Paguyuban KKB Rayon Bekasi: Membangun Gerakan Ekonomi Horizontal Masyarakat

Sarasehan Ekonomi Paguyuban KKB Rayon Bekasi: Membangun Gerakan Ekonomi Horizontal Masyarakat

Bekasi, Ahad, 12 Juli 2026 – Paguyuban Kerukunan Keluarga Banyumasan (KKB) Rayon Bekasi Raya yang diketuai oleh Bapak Paryono, S.E, sukses menyelenggarakan seminar kewirausahaan bertajuk “Sarasehan Ekonomi Paguyuban: Gerakan Horizontal Ekonomi Masyarakat.” Kegiatan ini menjadi ruang diskusi, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun kemandirian ekonomi anggota paguyuban.

Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah KH. Dr. Slamet Sutrisno, M.M., M.Si., Ketua Umum Forbis Jawa Tengah sekaligus Pembina KKB Rayon Bekasi dan juga Ibu Hj. Dr. Yayuk Budi Iriyani, MM. Dalam paparannya yang berjudul “Berwiraswasta Membangun Ekonomi Masyarakat yang Sejahtera, Unggul, dan Barokah,” beliau menekankan pentingnya kewirausahaan sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai keberkahan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Eko Suwarni, S.E., S.H., M.H., yang juga merupakan Pembina KKB Rayon Bekasi. Beliau berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha garam yang dijalankan di sepanjang wilayah Pantura Jawa Tengah. Kisah tersebut memberikan inspirasi bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara profesional dan berkesinambungan.

Ketua Umum Paguyuban KKB, Bapak H. Mardjoko, berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. Kehadiran beliau diwakili oleh Bapak Kolonel Senohadi, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan peran paguyuban dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Turut hadir pula Bapak Surohman, anggota DPRD Kabupaten Bekasi sekaligus Pembina KKB Rayon Bekasi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan Focus Group Discussion (FGD) seperti Sarasehan Ekonomi ini perlu dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan. Menurutnya, forum semacam ini dapat menjadi embrio lahirnya gerakan ekonomi yang positif di tengah masyarakat. Beliau juga mendorong agar paguyuban mampu memanfaatkan keberadaan kawasan industri besar di wilayah Bekasi sebagai peluang kemitraan dan pemberdayaan ekonomi bagi anggota.

Pada sesi diskusi, Ketua Bidang Ekonomi KKB Rayon Bekasi, Bapak Frans Hendra Winarta, mengangkat dua isu strategis, yaitu bagaimana memberdayakan anggota paguyuban secara nyata serta bagaimana membangun entitas usaha paguyuban yang mandiri secara finansial tanpa bergantung pada donasi.

Beliau menyampaikan bahwa gerakan ekonomi horizontal harus diwujudkan melalui pembinaan yang nyata dari para pembina kepada anggota. Pembina yang memiliki jaringan usaha, akses permodalan, kewenangan, maupun jejaring kelembagaan diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM di lingkungan paguyuban sehingga tercipta kolaborasi yang saling menguatkan dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

KKB Rayon Bekasi sendiri memiliki sumber daya anggota yang sangat potensial dengan beragam bidang usaha. Di antaranya Bapak Sutrisno di bidang kontraktor tambang, Bapak Faisyanto di bidang produksi produk turunan plastik, Ibu Iin Indrawati di bidang pendidikan PAUD dan TK, Bapak Adi di bidang desain interior, Bapak Frans di bidang industri fiberglass, Bapak Bambang di bidang perdagangan pakaian serta Bapak Wahono di bidang pengelolaan GOR bulutangkis, dan berbagai pelaku usaha lainnya.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan amal usaha paguyuban. Setiap unit usaha dapat dipimpin oleh champion dari anggota yang memang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya masing-masing. Dengan demikian, paguyuban tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi ekosistem ekonomi yang memberdayakan anggotanya sekaligus menciptakan kemandirian organisasi.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah dan hiburan karaoke yang dipandu oleh Ketua Bidang Seni KKB Rayon Bekasi, Bapak Ahmad Badut, sehingga suasana kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga.

Ke depan, Sarasehan Ekonomi diharapkan dapat diselenggarakan secara lebih inklusif dengan melibatkan peserta dari berbagai komunitas, paguyuban, pelaku UMKM, dunia usaha, akademisi, lembaga filantropi, CSR perusahaan, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci lahirnya gerakan ekonomi masyarakat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *