Jakarta, Minggu (21/12/2025) — Forum Bisnis Jawa Tengah (Forbis Jateng) resmi menggelar tasyakuran Milad ke-3 di Jakarta dengan mengusung tema besar “Kolaborasi dan Inovasi Menuju Indonesia Maju”. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Forbis Jawa Tengah untuk menegaskan perannya dalam penguatan sumber daya manusia, dunia usaha, serta pembangunan karakter bangsa melalui gagasan Revolusi Mental.
Acara yang berlangsung di ibu kota ini dihadiri oleh sejumlah pejabat nasional, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, serta tamu undangan VIP. Selain agenda seremonial, Forbis Jawa Tengah juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan dan bingkisan kepada 130 anak yatim binaan Forbis.
Milad ke-3 Forbis Jawa Tengah, Momentum Pengabdian untuk Bangsa
Acara dibuka dengan sambutan dari Pembina Forbis Jawa Tengah, Prof. Dr. MTS Arif, MBA, yang menegaskan bahwa usia tiga tahun merupakan fase strategis bagi organisasi untuk memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Milad ke-3 ini menjadi momentum bagi Forbis Jawa Tengah untuk semakin aktif melayani masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Kami menyiapkan program beasiswa gratis S1 dan S2 bagi anggota Forbis, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.
Program beasiswa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pelaku usaha dan generasi muda yang tergabung dalam Forbis.

Buku Revolusi Mental Dinilai Penting untuk Perbaikan Moral Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Dr. Amirsyah Tambunan, M.A, memberikan apresiasi terhadap rencana penerbitan Buku Revolusi Mental yang digagas oleh Forbis Jawa Tengah dan akan direkomendasikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Apa yang dipresentasikan oleh Ketua Umum Forbis sangat penting sebagai panduan perbaikan mental, khususnya bagi para pejabat agar terhindar dari korupsi. Buku Revolusi Mental ini layak menjadi referensi nasional untuk membangun mental dan spiritual masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada mental, moral, dan spiritual aparatur negara serta masyarakat luas.
Ketua Umum Forbis Paparkan Inti Buku Revolusi Mental


Dalam sesi pemaparan utama, Ketua Umum Forbis Jawa Tengah, Dr. H. Slamet Sutrisno, M.Si, menjelaskan secara komprehensif isi dan tujuan dari Buku Revolusi Mental yang akan segera diterbitkan.
Ia menyampaikan bahwa buku tersebut disusun berdasarkan:
- Ayat-ayat kitab suci
- Hadis Nabi
- Pemikiran para intelektual dan tokoh dunia
- Kajian akademik yang aplikatif
Semua materi tersebut dirangkum menjadi panduan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh pejabat, pelaku usaha, maupun masyarakat umum.
“Buku ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Harapannya dapat menjadi pemantik perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat Indonesia menuju bangsa yang berintegritas, beretika, dan berdaya saing,” jelasnya.
Pemotongan Tumpeng dan Doa Bersama
Puncak acara Milad ke-3 Forbis Jawa Tengah ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pengawas Forbis, Dr. Hj. Yayuk Budi Iriyani, M.Si. Prosesi ini diiringi doa bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Doa dipanjatkan agar Forbis Jawa Tengah:
- Tetap konsisten dalam pengabdian kepada masyarakat
- Menjadi mitra strategis pemerintah
- Terus berkontribusi bagi pelaku usaha dalam pengembangan ilmu bisnis, motivasi, dan karakter
Forbis Jawa Tengah Siap Berkolaborasi dari Jakarta untuk Indonesia
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah, menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia. Suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat kolaborasi.
Dengan terselenggaranya Milad ke-3 di Jakarta, Forbis Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk berkontribusi di tingkat nasional, membangun jejaring kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat, demi mewujudkan Indonesia yang maju secara ekonomi, mental, dan spiritual.
